BERITA

Tangsel Menjadi Percontohan KTP-el, Disdukcapil Tangsel Ditunjuk Ikut Jemput Bola Perekaman KTP-el di Indonesia Timur

21 Januari 2019

Ditulis oleh : PIAK - Bidang :

TANGERANG SELATAN, Kabarsuararakyat.com – Program gotong royong dengan sistem jemput bola dalam perekaman KTP-el yang dilakukan Dirjen Dukcapil tentu sebuah gagasan yang harus diberi apresiasi sebagai perwujudan rasa cinta terhadap kemajuan bangsa. Masih minimnya perekaman KTP-el di wilayah Indonesia Timur mengharuskan aparatur pemerintah di bawah Koordinasi Dirjen Dukcapil melakukan percepatan pendataan melalui perekaman KTP-el dengan mengerahkan tenaga-tenaga profesional dan terlatih.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kota Tangerang Selatan yang merupakan bagian dari Provinsi Banten menjadi salah satu percontohan dan ditunjuk untuk ikut dalam gotong royong jemput bola perekaman KTP-el untuk Wilayah Indonesia Timur oleh Dirjen Dukcapil. Dari 34 Provinsi di Indonesia, Banten menjadi salah satu tertinggi cakupannya dalam pelaksanaan perekaman KTP-el. Selain Banten termasuk, DKI, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan yang hampir 90 persen lebih.

Sementara, untuk Provinsi di Wilayah Indonesia Timur, tingkat perekaman KTP-el masih tergolong rendah masih dibawah 70 persen yakni, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Timur dan Sulawesi Barat. Bahkan masih ada yang sangat minim seperti Papua Barat dengan tingkat perekaman KTP-el dikisaran 35 persen.

Dedi Budiawan selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangsel menyampaikan melalui komunikasi telfon pada hari minggu (20/01/2019), bahwa program gotong royong dengan sistem jemput bola perekaman KTP-el guna melakukan peningkatan perekaman KTP-el di Wilayah Indonesia Timur yang saat ini cakupan perekaman KTP-el dibawah 70 persen.

Budiawan menjelaskan, bahwa Tangsel adalah bagian Provinsi Banten yang cakupan perekaman KTP-el tertinggi dengan 4 Provinsi lain seperti DKI, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

“Dari kelima Provinsi yang cakupan perekaman KTP-el tertinggi tersebut diminta oleh Dirjen Dukcapil untuk ikut serta dalam gotong royong perekaman KTP-el dengan sistem jemput bola. Adapun jumlah personil operator yang dikerahkan sebanyak 160 orang dan dijadwalkan selama 14 hari,”tambah Budiawan.

Tentu kata Budiawan, selain percepatan perekman KTP-el juga menjadi perekat antar sesama anak bangsa karena bisa saling memberi pengalaman dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Dalam penempatan wilayah, Tangsel ditugaskan di Mamasa Sulawesi Barat dengan utusan dua orang operator Syahrul dan Budi untuk memberikan pembekalan dalam menangani kesulitan yang dialami operator Mamasa. Secara real, kami belum mengetahui jumlah perekaman KTP-el Mamasa, namun kita berusaha mengerjakan semaksimal mungkin. Karena perekaman KTP-el masih dibawah 70 persen, dan tentu ini sebuah amanah yang harus diselesaikan,”papar Budiawan.

“Dalam penugasan oleh Dirjen Dukcapil, ditargetkan menuntaskan 90% karena untuk mencapai penuntasan hingga 100% mungkin sulit, namun tentu kita akan bekerja semaksimal mungkin,”tegas Budiawan.

Untuk Indonesia bagian Timur diperkirakan sekitar 5 juta penduduk yang belum melakukan perekaman KTP-el. Diharapkan dengan gerakan gotong royong ini mampu meminimalisir jumlah penduduk yang belum terekam.

“Seperti Papua Barat misalkan, terendah melakukan rekaman yang baru dikisaran 35 persen. Kita berharap, dengan program ini mampu meningkatkan perekaman KTP-el hingga 90 persen,” tutup Budiawan

(sumber : Kabarsuararakyat.com, Januari 20, 2019)